Hati-hati! Kenali Ciri-ciri Jurnal Scopus yang Berpotensi Berumur Pendek

Mempublikasikan hasil penelitian di jurnal terindeks Scopus dapat memperkuat rekam jejak akademis seorang scholar. Hal ini dikarenakan Scopus memberikan visibilitas yang luas, yang membantu karya Anda menjangkau pembaca global, sehingga meningkatkan peluang mendapatkan sitasi dan mendukung peningkatan karir akademik. Untuk di Indonesia misalnya, publikasi artikel ilmiah di jurnal terindeks Scopus, menjadi salah satu syarat bagi seorang dosen untuk menjadi seorang Guru Besar (Professor).

Namun demikian, fenomena yang saat ini muncul ke permukaan adalah masih kurangnya pemahaman scholar akan ciri-ciri jurnal Scopus yang berpotensi atau beresiko berumur pendek. Akibatnya akan sangat fatal, apabila scholars mempublikasikan naskahnya di jurnal dengan tingkat risiko tinggi memiliki umur pendek. Dengan kata lain, jurnalnya beresiko tinggi untuk cepat “DIscontinued” dari Scopus.

Hal ini tentu tidak diharapkan oleh para scholar. Ketika seorang mahasiswa pascasarjana akan mengajukan dokumen publikasi untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan, sedangkan jurnalnya sudah Discontinued, tentu tidak akan bisa. Begitu pula bagi seorang dosen yang sedang mengajukan kenaikan jabatan akademik. Ketika artikel diperiksa dan ternyata jurnalnya sudah discontinued, tentu juga tidak bisa memenuhi persyaratan.

Dengan demikian, sangat penting bagi seorang scholar untuk mengetahui ciri-ciri jurnal Scopus yang berpotensi atau memiliki risiko tinggi discontinued dalam waktu singkat (berumur pendek). Berdasarkan observasi penulis dari jurnal-jurnal yang pernah Discontinued dari Scopus, berikut ini ciri-ciri dari jurnal yang beresiko tinggi discontinued secara cepat:

  1. Ada lonjakan jumlah dokumen yang sangat tinggi dalam 1–2 tahun terakhir. Jika pada awal-awal terindeks misalnya memiliki jumlah dokumen 30 per tahun, jika kemudian melonjak signifikan menjadi 300, maka perlu diwaspadai.
  2. Jumlah sitasi sangat rendah, namun jumlah dokumen sangat tinggi. Kualitas artikel diragukan oleh scholars lain, sehingga sulit mendapatkan rekognisi berupa sitasi secara organik.
  3. Penerbit lebih mengutamakan kuantitas dibandingkan kualitas dari dokumen. Penerbit lebih mengutamakan penerimaan pendapatan melalui biaya Article Processing Charge (APC), yang fantastis.
  4. Penerbit baru yang mengelola banyak jurnal dalam waktu singkat dan memiliki riwayat salah satu atau sebagian jurnal yang dikelolanya pernah discontinued dari Scopus
  5. Informasi maupun proses review tidak jelas, atau tidak memiliki proses review yang baik
  6. Dewan editorial tidak kredibel, sulit diverifikasi rekam jejaknya
  7. Banyak artikel yang ditemukan kesalahan di dalamnya dan tidak mengikuti standar ilmiah, sebagai dampak dari proses review yang buruk

Tujuh ciri-ciri di atas merupakan hasil observasi penulis berdasarkan pengalaman sejak tahun 2018, mempublikasikan artikel di jurnal internasional bereputasi. Tentu terbuka ruang diskusi konstruktif yang dapat menambahkan atau bahkan mengkoreksi dari ciri-ciri yang sudah disampaikan pada tulisan ini. Dengan memahami ciri-ciri dari Jurnal Scopus yang berisiko tinggi untuk Discontinued dalam waktu singkat, diharapkan dapat membantu para scholar untuk mempublikasikan artikelnya di jurnal yang baik.

Program studi Magister Manajemen Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan, sebagai homebase dari penulis, berkomitmen tinggi untuk menjadi Program S2 Manajemen terbaik dalam membentuk kompetensi handal di bidang penelitian manajemen bagi seluruh civitasnya. Secara berkesinambungan, program studi Magister Manajemen IBI Kesatuan, berkomitmen untuk menjadi program MM terbaik di Bogor, regional, bahkan hingga tingkat nasional. Komitmen ini ditunjukkan dengan berbagai aksi nyata, di antaranya adalah dengan memberikan pendampingan terbaik kepada para civitasnya, dalam melakukan penelitian manajemen dan mempublikasikan hasilnya di jurnal bereputasi.

Dengan memberikan pendampingan kepada para civitasnya terkait ciri-ciri jurnal Scopus yang berisiko tinggi untuk Discontinued, penulis yakin bahwa program S2 Manajemen IBIK akan menjadi katalisator program studi Magister Manajemen di Bogor yang berdampak positif bagi pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang manajemen.

Penulis: Budi Setiawan

Scopus ID: 57218566482

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *