Empat tipe status sosial yang sering ditemui: Anda ada di mana?
Konsep pemberian status atau dikenal dengan istilah “status signaling” menjelaskan bagaimana individu mengekspresikan kekayaan dan kebutuhan mereka akan pengakuan sosial. Han, Nunes, dan Drèze (2010) membagi perilaku ini menjadi empat kategori. Setiap kategori mencerminkan kombinasi yang berbeda antara kapasitas finansial dan kebutuhan akan status.

1. Patrician
Orang-orang dalam kelompok ini memiliki kekayaan yang tinggi dan kebutuhan akan status yang rendah. Mereka menghindari menunjukkan kekayaan mereka di depan umum dan lebih menyukai barang-barang dengan merek yang halus atau tersembunyi. Mereka sering memilih produk eksklusif dengan ketersediaan terbatas, tetapi mereka tidak memajangnya atau memamerkannya secara mencolok.
2. Parvenu
Individu dalam kategori ini memiliki kekayaan yang tinggi dan kebutuhan akan status yang kuat. Mereka lebih menyukai barang-barang mewah dengan merek yang jelas dan mudah dikenali. Tujuan mereka adalah menciptakan jarak dari mereka yang daya belinya lebih rendah. Pilihan mereka mencerminkan keinginan akan pengakuan dan perbedaan sosial.
3. Proletarian
Kelompok ini memiliki sumber daya finansial yang terbatas. Mereka hidup sederhana dan tidak berusaha meniru gaya hidup atau pola konsumsi orang kaya. Fokus mereka lebih pada kepraktisan daripada citra.
4. Poseur
Orang-orang dalam kategori ini memiliki kekayaan yang rendah tetapi kebutuhan akan status yang tinggi. Mereka sering kali berusaha terlihat kaya dengan menggunakan produk bermerek, terkadang melalui pembayaran cicilan. Konsumsi mereka didorong oleh keinginan untuk dianggap sebagai bagian dari kelompok sosial yang lebih tinggi.
Keempat kategori ini memberikan cara sederhana untuk memahami bagaimana individu mengomunikasikan status sosial melalui pilihan konsumsi mereka. Nah, itu tadi artikel singkat mengenai Empat tipe status sosial yang sering ditemui: Anda ada di mana?
Berbagai topik menarik seputar pemasaran dan perilaku konsumen akan dapat anda pelajari di Program Studi Magister Manajemen IBI Kesatuan. Program studi S2 Manajemen di Bogor ini memiliki konsentrasi Manajemen Pemasaran. Pada konsentrasi ini, mahasiswa akan dibekali dengan pengetahuan pemasaran yang tidak hanya mengkaji secara akademis, namun juga praktis. Hal ini sebagai wujud komitmen program studi Magister Manajemen IBI Kesatuan untuk bersungguh-sungguh mewujudkan cita-cita menjadi program studi S2 Manajemen terbaik di Bogor, bahkan hingga menjadi program studi S2 Manajemen terbaik di Indonesia. Ini adalah sebuah cita-cita jangka panjang, bertahap dan berkesinambungan.
Referensi:
Young Jee Han, Joseph C. Nunes, and Xavier Drèze (2010), “Signaling Status with Luxury Goods: The Role of Brand Prominence,” Journal of Marketing 74 (July), 15–30
Penulis: Budi Setiawan