
Peran Strategis dari Transformasi Digital, Kapabilitas & Kelincahan Organisasi bagi Kinerja UMKM
Di era disruptif saat ini, transformasi digital telah menjadi kebutuhan strategis bagi organisasi, termasuk bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Para peneliti dari Institut Bisnis dan Informatika Kesatuan, yakni Budi Setiawan, Prof. Dr. Bambang Pamungkas, Ani Mekaniwati, Ph.D dan Putri Mulya Kusuma (Mahasiswa), tertarik untuk mengungkap peran strategis dari transformasi digital bagi kinerja UMKM. Tidak hanya itu, para peneliti juga menyelidiki akan pentingnya UMKM memiliki kapabilitas yang baik dan lincah pada berbagai situasi yang dinamis.
Para peneliti mengumpulkan data dari 510 UMKM yang terdaftar di enam basis data berbeda. Kuesioner daring dikirimkan melalui aplikasi pesan instan antara Mei dan Juni 2024. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan partial least squares–structural equation modeling (PLS-SEM).
Temuan utama menunjukkan bahwa keterampilan digital merupakan pendorong perubahan yang kuat. Ketika pemilik dan pekerja UMKM memiliki keterampilan digital yang baik, mereka dapat mendukung transformasi digital dan membangun kapabilitas yang dinamis dengan lebih baik. Transformasi digital berarti menggunakan teknologi dan proses baru secara terencana, sementara kapabilitas dinamis mengacu pada kemampuan perusahaan untuk merasakan, menangkap, dan beradaptasi dengan peluang dan ancaman.
Bersama-sama, faktor-faktor ini membantu UMKM merespons kondisi baru dengan cepat dan membuat keputusan strategis yang tepat waktu. Yang terpenting, studi ini menemukan bahwa transformasi digital yang diikuti oleh kapabilitas dinamis yang kuat dapat meningkatkan kinerja UMKM. Singkatnya, keterampilan memungkinkan transformasi; transformasi dan kapabilitas memungkinkan kelincahan; dan kelincahan meningkatkan kinerja.
Referensi:
Setiawan, B., Pamungkas, B., Mekaniwati, A., & Kusuma, P. M. (2025). The strategic role of digital transformation, dynamic and agile capabilities for the performance of micro, small, and medium enterprises (MSMEs). The Bottom Line, 38(2), 130-153.
Untuk akses artikel silahkan unduh di sini atau hubungi Perpustakaan IBI Kesatuan